SMS FOR DP & WD +62812 1964 5237 (TELKOMSEL) 2BE25A62
Menu
Sportsbook and Casino online, Register to be the winner and enjoy our others BONUS. Contact us 24 hours service
Customer Suport
  • cskingbookie01
  • kingbook1e88@gmail.com
  • 2BE25A62
  • +62812 1964 5237
  • Agentbookie
  • agentbookie88

NEWS

Luka Modric, Dari Korban Perang Hingga jadi Pesepakbola Terbaik di Dunia

Bandar Bola Terpercaya | Agen Casino Online – Seperti yang sudah diprediksi, Luka Modric dipastikan meraih trofi Ballon d’Or edisi tahun 2018. Kesuksesan gelandang Real Madrid ini sekaligus mengakhiri dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di penganugerahan trofi Ballon d’Or sebelumnya.

Setelah sukses membawa Real Madrid memenangi trofi Liga Champions ketiga secara beruntun musim lalu, Luka Modric kemudian bersinar bersama tim nasional Kroasia. Bermain di Piala Dunia 2018, Luka Modric menjadi kapten yang sukses membawa Kroasia menembus final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Croatia.

Kesuksesan itu seakan semakin menegaskan bagaimana kemampuan dari pemain kelahiran 9 September 1985 tersebut di atas lapangan, sebuah talenta yang ia miliki dan ia tunjukkan sejak masih ada di pengungsian.

Luka Modric adalah seorang anak korban perang yang terkenal dengan sebutan Croatian War of Independence, perang yang memaksanya harus mengungsi untuk menyelamatkan hidupnya. Bagaimana kisahnya mulai dari pengungsian hingga ia bisa sukses meraih Ballon d’Or?

Lahir dan besar di daerah Konflik

Lahir di Zadar pada 9 September 1985, Luka Modric tidak bisa menikmati kenyamanan dan tenangnya hidup pada masa itu. Ketika itu, Kroasia masih menjadi bagian dari Yugoslavia dan sangat rawan akan konflik dan genjatan senjata.

Di masa kecilnya, Luka Modric lebih sering hidup bersama kakeknya, Luka Modric Sr karena kedua orang tuanya menghabiskan waktu yang begitu banyak dengan bekerja di sebuah pabrik rajut di dekat tempat tinggalnya, di daerah pegunungan Velebit. Hidup bersama Kakeknya (Luka Sr) ini juga yang membuat Luka Modric begitu mencintai sepak bola pada akhirnya.

Setiap pagi Kakeknya (Luka Sr) membawa ternaknya ke sebuah bukit. Sementara Luka Modric yang masih berusia enam tahun, bermain bola bersama kawan-kawannya di sekitar rumah Kakeknya.

Namun kabar duka datang pada 9 Desember 1991 ketika kakeknya ditangkap dan dibunuh secara kejam oleh tentara Yugoslavia. Saat itu, tensi perang memang mencapai puncaknya setelah Kroasia memutuskan untuk memerdekakan dirinya dari Yugoslavia.

Kakek Luka Modric ditangkap ketika sedang membawa ternaknya ke perbukitan. Ia bersama lima warga desa Modrici ditangkap oleh tentara Serbia berseragam Yugoslavia dan membunuhnya secara sadis. Pembunuhan ini juga banyak disebut sebagai salah satu dari pembuka konflik di negara Balkan ini.

Setelah itu, tentara Serbia menyerbu tempat tinggal Luka Modric dan membakar seluruh rumah penduduk yang ada di sekitar. Perang itu pun membuat Luka Modric sekeluarga harus pergi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tangguh karena ditempa perang

Hidup di pengungsian yang jauh dari tempat tinggalnya membuat Luka Modric juga harus menyesuaikan diri dengan teman teman baru nya. Tinggal di sebuah rumah susun di daerah Kolovare, Luka Modric kerap menghabiskan waktunya dengan bermain bola di tempat parkir. Di tempat pengungsian ini pula Luka Modric bertemu dengan Marko Ostrij, yang kelak juga akan menjadi pesepakbola profesional.

Karena seringnya bermain sepak bola dengan begitu bersemangat, suatu waktu salah satu pekerja yang juga tinggal di rumah susun itu menghubungi direktur NZ Zadar, Josip Bajlo. Dalam percakapannya, si pekerja tersebut meminta Josip untuk melihat langsung permainan Luka Modric yang saat itu masih berusia tujuh tahun.

Setelah melihat langsung, Josip pun tertarik dengan talenta yang di miliki Luka Modric dan menawarkannya untuk segera daftar di sekolah dasar dan akademi Zadar. Sempat kesulitan karena kondisi ekonomi keluarga yang cukup buruk, Luka Modric pada akhirnya bisa bersekolah dan masuk akademi olahraga setelah dibantu oleh pamannya.

Saya masih ingat bagaimana orang bercerita tentang bocah kecil hiperaktif yang setiap pagi menendang bola ke tembok parkir hotel pengungsi, bahkan ia tidur dengan bola itu, Ungkap Bajlo kepada AFP.

Saya tidak perlu berpikir lama untuk mengontrak dan melatihnya bersama tim bocah NK Zadar. Sejak hari pertama di pemusatan latihan, Luka Modric menjadi pemain yang paling menonjol.

Setelah bertahun-tahun bersama NZ Zadar, Luka Modric yang saat itu berusia 12 tahun pun sempat mencuri perhatian Hajduk Split, yang merupakan klub idolanya. Namun pada akhirnya Split batal untuk mengontraknya dengan alasan kondisi fisik yang di alami dari Luka Modric tak cukup meyakinkan.

Mendapatkan penolakan dari klub idolanya itu membuat Luka Modric sempat sangat kecewa dan patah semangat dan kehilangan antusiasme bermain sepakbola untuk waktu yang cukup lama.

Namun setelah vakum cukup lama, kepala akademi NZ Zadar, Tomislav Basic menemui dirinya dan memberikan semangat kepada Luka Modric serta membantu mengembalikan kepercayaan dirinya. Pada usia 15 tahun, Luka Modric kemudian bergabung dengan Club kuat Dinamo Zagreb.

Memulai karir di Dinamo Zagreb

Ketika memasuki usia 18 tahun, atau sekitar tahun 2003, Luka Modric semakin menunjukkan talentan terbaiknya, namun Zagreb memutuskan untuk meminjamkannya ke sebuah klub Bosnia, Zrinjski Mostar, di mana pada saat itu dia terpilih menjadi Bosnian and Herzegovinian League Player of the Year.

Gemilang di Bosnia, Dinamo Zagreb masih belum begitu percaya pada kemampuan yang di miliki Luka Modric dan kembali meminjamkannya. Kali ini Luka Modric dipinjamkan ke klub Kroasia, Inter Zapresic. Menghabiskan satu musim di sana, Luka Modric mampu membantu Inter menjadi runner up liga Kroasia dan mendapatkan penghargaan Croatian Football Hope of the Year.

Pada tahun 2005, akhirnya Luka Modric kembali ke Dinamo Zagreb. Setelah dua masa peminjaman yang sukses, Luka Modric pun mendapatkan sodoran kontrak jangka panjang di sana. Tak tanggung-tanggung, Zagreb menyodorinya kontrak berdurasi 10 tahun, yang pada akhirnya membuatnya mampu membelikan rumah baru kepada keluarganya.

Di tahun pertamanya bersama tim utama Dinamo Zagreb, Luka Modric mampu membantu memenangi liga dan mencetak tujuh gol dalam 31 pertandingan. Di musim selanjutnya, Luka Modric kembali tampil gemilang dan mulai mendapatkan perhatian dari beberapa klub besar Eropa seperti Barcelona, Arsenal dan juga Chelsea.

Karir di Eropa

Bukan Barcelona, Arsenal atau pun Chelsea yang pada akhirnya mendapatkan tanda tangan Luka Modric. Tim yang beruntung adalah Tottenham Hotspur yang saat itu dilatih Juande Ramos. Luka Modric memutuskan bergabung dengan Tottenham Spurs setelah chairman Daniel Levy terbang ke Zagreb dan berbicara langsung untuk meyakinkannya bergabung dengan klub asal London Utara tersebut.

Setelah sepakat dengan kontrak enam tahun dan biaya transfer senilai 16,5 juta poundsterling, Luka Modric akhirnya resmi menjadi pemain Tottenham Hotspur pada 26 April 2008.

Meskipun memiliki start yang lambat dan mendapatkan banyak kritik di awal kedatangannya di Premier League, namun Luka Modric menjadikan itu sebagai cambuk untuk dirinya agar bisa jadi lebih baik lagi. Ditempa dari kehidupan sebuah negara perang benar-benar mampu menjadikannya pemain yang tangguh dan bermental baja.

Setelah kesulitan karena pelatih Juande Ramos memainkannya sebagai sayap kiri, Luka Modric mulai tampil gemilang ketika Spurs dilatih Harry Redknapp. Redknapp menyadari potensi besar Luka Modric dan mengembalikannya ke posisi terbaiknya sebagai gelandang tengah. Puncaknya adalah ketika ia terpilih sebagai pemain terbaik Tottenham musim 2010-2011.

Bersama Tottenham Spurs, Luka Modric tampil di 127 pertandingan dan mencetak 13 gol. Catatan apiknya bersama Tottenham Spurs itu pula yang membuat Real Madrid akhirnya kepincut dan meminangnya pada musim panas 2012.

Gabung Real Madrid dan bergelimang prestasi

Pada 27 Agustus 2012, Real Madrid mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kata sepakat dengan Tottenham mengenai transfer Luka Modric. Gelandang Kroasia tersebut didatangkan dengan biaya yang cukup tinggi 30 juta poundsterling dan menandatangani kontrak berdurasi lima musim bersama raksasa Spanyol itu.

Bersama Real Madrid, Luka Modric menunjukkan bakat besarnya sebagai gelandang kelas dunia. Di musim pertamanya, ia membantu Los Blancos memenangi Supercopa de Espana.

Setelah minim trofi di musim pertama, Real Madrid mampu tampil gemilang, terutama di panggung Eropa. Di musim keduanya, Luka Modric membantu Real Madrid memenangi trofi Liga Champions ke-10 mereka dan Luka Modric masuk UEFA Champions League Team of the Season.

Pada 2014, Luka Modric menandatangani kontrak baru bersama Real Madrid yang membuatnya bertahan hingga 2018. Dengan kepergian Xabi Alonso, Luka Modric mendapatkan partner barunay di Madrid, Toni Kroos pada musim 2014-2015. Namun pada musim ini juga, performa Luka Modric banyak diganggu cedera yang menghalanginya menampilkan permainan terbaik.

Setelah pulih, Luka Modric kembali tampil gemilang. Total hingga saat ini, tercatat Luka Modric membantu Real Madrid memenangi empat trofi Liga Champions, satu gelar La Liga, tiga trofi Piala Super Eropa, tiga gelar Piala Dunia Antarklub, satu gelar Copa del Rey dan dua gelar Supercopa de Espana.

Puncak dari prestasinya terjadi pada musim lalu, tepatnya pada musim 2017-2018. Setelah membantu Real Madrid memenangi Liga Champions untuk kali ketiga beruntun, Luka Modric menjadi kapten Kroasia di Piala Dunia 2018 dan membawa negaranya itu tampil di partai final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Prestasi itu juga yang membuatnya terpilih menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2018. Bukan itu saja, Luka Modrid juga memenangi UEFA Men’s Player of the Year Award dan juga The Best FIFA Men’s Player 2018.

Akhiri dominasi Messi-Ronaldo di Ballon d’Or

Setelah memenangi UEFA Men’s Player of the Year Award dan The Best FIFA Men’s Player 2018, Luka Modric pun dijagokan memenangi Ballon d’Or 2018. Prediksi itu tepat, pada Selasa (4/12) dini hari WIB, Luka Modric dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or Edisi 2018.

Malam anugerah untuk perjalanan Luka Modric dari seorang bocah korban perang menjadi pesepakbola terbaik di dunia pun digelar di malam anugerah Ballon d’Or. Luka Modric pun berhasil menjadi pemain pertama yang memenangi penghargaan Ballon d’Or setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi dalam 10 tahun terakhir.

Ini perasaan yang unik. Saya senang , bangga dan terhormat, kata Luka Modric, yang juga memenangkan penghargaan Pemain Terbaik FIFA pada bulan September lalu.

Saya selalu memiliki mimpi, saya ingin bermain di klub besar, memenangkan gelar. Ballon d’Or adalah apa yang saya impikan sejak kecil, ini sebuah kehormatan bisa memenangkannya malam ini, lanjut Luka Modric.

Dengan terpilihnya Luka Modric sebagai pemenang baru Ballon d’Or, banyak yang menyebut bahwa akhirnya ada manusia normal yang menghentikan dominasi dua alien sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.